PERUBAHAN GLOBAL

Posted by






Ada banyak hal yang mengisyaratkan adanya perubahan yang sedang terjadi di bumi ini. Salah satunya adalah kenaikan permukaan air laut akibat mencairnya lapisan es di kutub utara dan kutub selatan. Kenaikan air laut ini sekarang telah menenggelamkan pulau Kiribati, Tuvalu, Vanuatu, dan Kepulauan Marshaal di Lautan Pasifik. Berkurangnya lapisan es ini juga membuat beberapa hewan yang tinggal di Kutub kehilangan tempat tinggal yang menjadi habitat asli mereka. Populasi penguin Adelie di Antartika yang tadinya sejumlah 32 ribu pasangan, kini tinggal menyisakan 11 ribu pasangan saja pada 30 tahun terakhir ini. Jika terus berkurang, maka bumi akan kehilangan species ini.
Seperti pada umumnya negara - negara di dunia sama halnya di Indonesia, perubahan juga tengah terjadi. Yang paling dapat dirasakan adalah perubahan suhu di beberapa tempat di Indonesia. Indonesia memiliki beberapa kota yang dahulu terkenal sejuk dan dingin, tetapi kenyataannya sekarang kota-kota tersebut terasa semakin panas. Kota-kota tersebut antara lain: Malang, Bogor, Batu, Bandung, dan Ruteng Nusa Tenggara.
Perubahan lainnya yang nampak jelas di depan mata, yaitu musim yang tidak bisa diramalkan kapan akan datangnya. Tidak jelas lagi kapan musim penghujan dan kapan musim kemarau tiba. Akhirnya, para petani menjadi sulit mengetahui kapan masa tiba panen. Saat menanam padi di musim (yang seharusnya) penghujan, hujan yang ditunggu-tunggu ternyata tidak datang juga. Maka, gagallah panen mereka.
Banyak negara-negara yang telah ikut menyumbang besar dalam pemanasan global ini, umumnya adalah negara industri seperti, Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Kanada, Jepang, China, dan lain-lain yang berada di belahan bumi utara. Ini terjadi karena pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat negara-negara utara umumnya lebih tinggi daripada negara-negara di belahan bumi selatan yang kebanyakan adalah negara berkembang. Kalau begitu, mereka yang seharusnya melakukan sesuatu untuk mengatasi pemanasan global. Akan tetapi tidak semua merta negara-negara tersebut bertanggungjawab, meski peran sertanya tidak sebanyak negara-negara industri, namun negara-negara berkembang juga ikut menghasilkan karbondioksida dalam jumlah besar. Lihat saja, banyak pabrik-pabrik berdiri dan perusahaan yang berproduksi dengaqn menggunakan minyak, gas, batubara, dan bahan bakar fosil.
Indonesia juga termasuk ke dalam negara yang sedang berkembang maka dari itu Indonesia tak luput ikut andil dalam pemanasan global. Negara Indonesia tercatat dalam Guiness Book of Record sebagai pemegang rekor dunia negara yang paling cepat merusak hutannya. Seharusnya sebagai pemilik hutan yang luasnya sekitar 126 juta hektar Indonesia seharusnya bisa menyerap paling banyak karbondioksida di udara. Kenyataannya, jumlah hutan di Indonesia justru berkurang dari tahun ke tahun. Jika terus berlangsung, hutan Indonesia akan habis atau punah.
Berkurangnya jumlah hutan di Indonesia kemungkinan karena banyak penebangan pohon yang dilakukan. Selain itu, hutan Indonesia juga menghasilkan asap yang disebabkan karena kebakaran hutan. Jumlah hutan Indonesia dapat diperkirakan sekitar 2,73 juta hektar hingga tahun 2015.
Hasil riset yang dilakukan oleh sebuah lembaga di Amerika bernama CGD (Center for Global Development) di dalam database yang disebut CARMA (Carbon Monitoring for Action). Indonesia ternyata masuk di dalam negara-negara penghasil karbondioksida terbanyak di dunia. Dengan urutan pertama didududki oleh Amerika sebesar 2.790.000 ton CO2 yang dihasilkan, setelah itu China, Rusia, India, Jepang, Jerman, Australia, Afrika Selatan, United Kingdom, Korea Selatan, Polandia, Italia, Taiwan, Spanyol, Kanada, Turki, Meksiko, dan Indonesia di nomor ranking 18. Sungguh tidak bisa dibanggakan dengan adanya prestasi ini. Tetapi dengan demikian kita bisa tahu apa yang terjadi di negara-negara yang ada di dunia saat ini. Polusi dimana - mana, kesehatan yang terancam, dan lingkungan yang rusak. Oleh karena itu hendaknya kita bersama - sama memelihara kondisi lingkungan di Negara kita yang tercinta ini yaitu Indonesia. 


Blog, Updated at: 7:39 PM

0 comments:

Post a Comment

Update Artikel Disini

Recent Post

Powered by Blogger.